KPMJ tetap semangat merajut asa, ditengah minimnya perhatian Pemerintah

Foto bersama dalam kegiatan Rapat Pengurus, sabtu (12/3/2025)

Jombang – Komunitas Perempuan Mandiri Jombang (KPMJ), adalah komunitas pemberdayaan yang banyak beranggotakan perempuan-perempuan singgel parent di kabupaten Jombang.

Komunitas ini tetap eksis hingga saat ini, walaupun minim perhatian dari pemerintah.

Berdiri tanggal 1 januari 2012 berawal dari Sembilan anggota korban KDRT singgel parent, difasilitasi Mohamad Sholahuddin ketua LP2A Jombang. saat ini telah berkembang memiliki ratusan anggota yang tersebar diseluruh kabupaten Jombang.

Mohamad Sholahuddin  selaku Pembina di KPMJ, menuturkan bahwa anggota Komunitas pada tahun 2015 – 2019 pernah mencapai  562 orang, saat ini telah berkurang karena kesibukan dan banyak anggota-anggota yang menikah dan pindah kota mengikuti suami.

“tahun 2015 sampai 2019,  anggota KPMJ pernah mencapai 562 orang itu berdasarkan Nomor Induk anggota di Kartu Tanda Anggota, trus ada peristiwa covid kegiatan Facum dan anggota banyak yang tidak aktif, ada juga yang awalnya singgel parent memilih menikah lagi dan ikut suami, ya itulah dinamika organisasi”, ungkapnya

Saat ini anggota Komunitas kurang lebih berjumlah 150 orang, namun yang aktif tidak lebih dari separo anggota. Untuk menjaga kekompakan antara sesama pengurus, Ada pertemuan rutin bulanan diluar pertemuan insidentil dalam bentuk pelatihan.

Sesama anggota saling support dan memberikan penguatan ekonomi dengan menggelar berbagai pelatihan secara mandiri.

Sejak covid hingga saat ini sudah tidak ada lagi perhatian pemerintah kabupaten Jombang, terhadap keberadaan mereka padahal Komunitas Perempuan Mandiri Jombang pernah mengharumkan nama Kabupaten Jombang dikancan Nasional dengan meraih juara 1 kompetisi antar Komunitas se-Indonesia yang diselenggaran Koran Jawa Pos bersama kementerian PPPA tahun 2013 bertajuk ‘FOR HER’.

KPMJ saat itu mendapatkan Juara 1, menyisihkan 550 komunitas yang ikut menjadi peserta. melalui beberapa tahap seleksi selama 6 bulan, hingga masuk 10 besar, seleksi program masuk 5 besar dikarantina di Villa ciputra selama 3 hari dan akhirnya dinobatkan menjadi juara 1 dengan hadiah trip berlibur gratis ke Amerika selama 10 hari plus uang saku 35.000 USD untuk 6 orang.

Baca Juga  BUPATI WARSUBI DAN WAKIL KOMITMEN PEMERINTAHANNYA BERSIH DARI KKN

“moment itu sangat berharga bagi ibu-ibu anggota komunitas, dan membuat KPMJ dikenal secara nasional, bahkan saya diundang khusus ibu menteri PPPA Prof. Dr. Yohana Susana Yembise untuk menjadi fasilitator pelatihan dan pembinaan organisasi perempuan wilayah Indonesia timur bertempat di Makasar, beliau datang khusus ke jombang untuk mengundang kami”, kenangnya.

(Kunjungan Menteri PPPA Prof. Dr. Yohana Susana Yembise ke kantor KPMJ)

Sebelum covid sekretariatan Komunitas Perempuan Mandiri Jombang (KPMJ)  beralamat di Jl. Sultan Agung, kelurahan Jelakombo. Sekarang alamat sekretariatan pindah di Kepuhkembeng, Kecamatan peterongan, Kabupaten Jombang

Istiqomah ketua KPMJ menceritakan sejak adanya Covid, sama sekali sudah tidak bisa mengakses program pemerintah berupa pelatihan pengembangan dan penguatan ketrampilan. kegiatan Komunitas selama ini dilaksanakan secara mandiri melalui swadaya anggota.

“kami selama ini berkegiatan dengan swadaya anggota, ya iuran anggota karena sejak Covid sudah tidak pernah ada bantuan atau program pelatihan dari Dinas terkait”, ungkap istiqomah

Selanjutnya istiqomah berharap pemerintah kabupaten Jombang, melalui dinas terkait bisa memfasilitasi kembali pelatihan bagi anggota-anggotanya. Sehingga para anggota bisa berdaya dan mandiri secara ekonomi khususnya anggota yang singgel parent.

Rutinan pertemuan pengurus kali ini, Sabtu (12/4/2025) bertempat di rumah wakil ketua KPMJ Mimin Eko yang beralamat di Desa Kayangan gang 3, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

Acara diawali dengan istighosah bersama, selanjutnya musyawarah pengurus untuk evaluasi serta membicarakan program tiga bulan kedepan.

Suasana santai namun guyup sangat terasa, saling canda mewarnai forum musyawarah sehingga tidak jarang gelak tawa menggema. Tidak jarang dalam forum ini pengurus juga membawa produk usaha masing-masing untuk bisa dirasakan dan dipromosikan teman-temannya, sehingga bisa saling membantu memasarkan produk anggota.

Baca Juga  Warga gempar ada Penemuan mayat tidak jauh dari RSUD Ploso

(Foto saat Mayoran, makan bersama beralas daun pisang)

Acara diakhiri dengan mayoran, makan bersama dalam satu wadah dan sengaja memakai daun pisang dijejer memanjang  untuk mendapat sensasi nikmatnya.

Menu sederhana sambelan dengan urap-urap serta lauk ikan dan tempe menambah nikmat makan siang bersama. (dn)

Writer: dnEditor: admin