Kenduren Berjamaah Selepas Sholat Idul Fitri

Pelaksanaan Kenduren di jalan anggrek, Ngledok, Mojokrapak

Jombang – Tradisi kenduri setelah sholat Idul Fitri sudah dilakukan secara turun temurun oleh warga dusun ngledok, Desa Mojokrapak, Jombang.

Tidak pernah ada yang tahu, sejak kapan tradisi ini dilaksanakan. Namun semua warga mengakui ini tradisi yang sudah turun temurun dari nenek moyang dan tetap lestari hingga saat ini, bahkan tidak hanya idul fitri tapi juga idul adha.

Setelah selesai pelaksanaan sholat idul Fitri, melalui pengeras suara diumumkan bagai masyarakat yang berniat sodakoh makanan untuk segera membawanya ke mushola.

Sedekah yang dikeluarkan masyakat berupa aneka makanan, minuman sampai jajanan.

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan mempererat tali silaturahmi antar warga.

Sodakoh yang dikeluarkan warga kemudian dibagian kepada yang hadir dalam acara kenduri, semua yang hadir duduk melingkar kemudian makanan diletakkan ditengah-tengahnya.

Acara dipimpin oleh tokoh agama, diawali dengan pembacaan tahlil diakhiri do’a yang ditujukan untuk memohon keberkahan serta ungkapan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa telah usai menjalankan ibadah puasa Ramadhan hingga paripurna dan diakhiri dengan pelaksanaan sholat idul fitri.

“tradisi ini memang sudah ada sejak saya belum lahir mungkin, karena selama saya hingga dewasa ini sudah ada kayak gini”, ungkap Aminudin salah satu warga dusun ngledok.

Sejak covid-19, pelaksanaan sholat idul fitri dilaksanakan di atas jalan desa, sebelumnya rutin di laksanakan masjid At Taqwa 1, sehingga proses kenduri juga dilaksanakan ditempat dilaksanakannya sholat.

“dulu kendurinya dilakukan di emperan musholah, tapi pada saat ada covid dilaksanakan di jalan, karena sholat idul fitrinya juga dijalan”, ungkapnya

Dalam kamus bahasa kenduri atau kenduren (genduren) memiliki pengertian sebuah tradisi yang berisi do’a bersama untuk meminta kelancaran atas segala sesuatu yang dihajatkan dengan mengundang orang-orang sekitar untuk datang dan ikut mengaminkan do’a.

Baca Juga  F-PKB mengajak berbagai elemen berdiskusi terkait raperda Pelindungan Perempuan dan anak di Jombang

Kenduri bersama merupakan tradisi baik yang masih terjaga hingga saat ini, sehinga perlu dijaga dan dilestarikan, karena mengajarkan nilai-nilai gotong-royong, kebersamaan, persatuan serta rasa syukur.

“kenduri atau kenduren (genduren) adalah sebuah tradisi yang berisi do’a bersama untuk meminta kelancaran atas segala sesuatu yang dihajatkan dengan mengundang orang-orang sekitar untuk datang dan ikut mengaminkan do’a”, ungkap abah rozaq tokoh agama yang memimpin do’a. (jj)

Writer: jejeEditor: admin