Jombang – Keprihatinan maraknya kasus kekerasan seksual anak direspon pemerintah desa Jombok, kecamatan kesamben, jombang dengan menggelar program sosialisasi. bertempat di aula balai Desa Jombok dihadiri hampir 60 peserta, berlangsung sejak pukul 09.00 – 12.00 wib.
Peserta antusias mendengarkan serta forum interaktif berjalan dengan baik terbukti dengan banyaknya pertanyaan peserta terkait tema “Lindungi Anak dari kekerasan Seksual”.
Acara di selenggarakan oleh pemerintah desa dalam rangka membekali para orang tua untuk bisa melakukan upaya pencegahan terhadap tindak kejahatan seksual yang sering menimpa anak-anak.
Acara dibuka oleh camat Kesamben, Eka Yulianto, S.STP. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pemerintah desa beserta para kader yang telah menginisiasi acara tersebut, mengingat kasus-kasus kejahatan terhadap anak sering terjadi.
Eka juga mencontohkan kasus temuan mayat di megaluh, tidak jauh dari rumahnya yang ternyata korban kekerasan seksual sebelum akhirnya dijeburkan kesungai dan ditemukan sudah meninggal di Saluran Induk Mrican Kanan Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang.
“saya kebetulan tempat tinggal di desa tempat ditemukannya mayat tersebut, cukup miris apalagi akhirnya tahu bahwa mayat tersebut adalah mayat siswi SLTA korban kekerasan seksual”, ungkap eko camat Kesamben Jombang, kamis (17/4/2025)
Lebih lanjut eko juga berpesan, peran kontrol orang tua harus semakin diperkuat terutama menyangkut aktifitas putra-putrinya di dunia maya. Penggunaan gadget tanpa control pada anak akan bisa sangat berbahaya dan menjerumuskan.
Abdul Muchid kepala desa Jombok menjelaskan munculnya prilaku kekerasan seksual karena isi sual (celana) yang tidak terkontrol. Otak dan hati sudah gelap sehingga tidak mampu lagi berpikir waras akhirnya banyak kasus-kasus kekerasan seksual terjadi.
“semua kejadian kekerasan seksual itu terjadi karena isi sual (isi celana), andai isi celana itu terkontrol, terkendali maka tidak akan ada kejadian perkosaan”, ujar muchid didepan peserta.
Foto : Mohamad Sholahuddin saat menjadi narasumber acara sosialisasi pencegahan kekerasan seksual anak di Balaidesa Jombok
Bertindak sebagai narasumber acara sosialisasi adalah Mohamad Sholahuddin ketua lembaga perlindungan perempuan dan anak jombang (LP2A) dan Qurrota A’yun Nakes kesamben.
Sholahuddin banyak menjelaskan tentang factor pemicu kekerasan seksual pada anak serta dampak kekerasan pada anak.
Menurutnya Para orang tua punya peran penting untuk bisa melakukan upaya pencegahan dengan membangun komunikasi terbuka dengan anak, menjadi pendengar yang bijak untuk bisa mengeksplorasi persoalan anak, dari situ orang tua dapat mengetahui apapun yang terjadi dan dialami oleh anak dalam usia tumbuh kembangnya.
Membekali putra-putrinya dengan pengetahuan anatomi tubuh remaja serta membekali anak tentang bagian tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh oleh siapapun termasuk orang tuanya.
Dia juga menyinggung tentang peran penting pemerintah dalam melindungi warga negaranya dengan menerbitkan regulasi yang berpihak kepada korban, hal ini seiring dengan raperda Kabupaten Jombang yang sedang di godok di dewan harus benar-benar dapat melindungi serta memberikan perhatian lebih terhadap korban dalam lingkup pencegahan, penindakan sampai penyembuhan dan rehabilitasinya.
“saat ini pemerintah kabupaten Jombang tengah menggodok perda pelindungan Perempuan dan anak korban kekerasan, kita berharap semua para anggota legislatif yang membahas benar-benar dapat menghadirkan regulasi yang melindungi korban secara menyeluruh”, ungkapnya.
Dia berharap kelembagaan desa yang selama ini sudah terbangun, dihidupkan kembali seperti Posko sambung rasa, FKDM, Satgas perlindungan anak desa, Satgas Kadarkum (desa Sadar Hukum), sehingga kelembagaan-kelembagaan ini yang nantinya dapat menjadi ujung tombak pelaksanaan perlindungan ditingkat paling bawah. (dn)













